MEMBANGKITKAN PERCAYA DIRI SISWA
Para
siswa yang memiliki rasa percaya diri yang baik, biasanya mampu mengeluarkan
pendapat, tampil di muka publik, memiliki rasa ingin tahu yang besar sehingga
selalu mencoba hal-hal baru yang penuh tantangan. Tetapi kenyataan di lapangan,
dalam hal ini di lingkungan sekolah masih
banyak siswa yang memiliki rasa percaya diri rendah, sehingga tidak mampu
menggali potensi yang ada dalam dirinya.
Padahal para orangtua memiliki harapan yang besar ketika menitipkan anaknya ke lembaga pendidikan, agar anaknya bisa memiliki kepercayaan diri yang baik sebagai modal untuk meraih prestasi. Oleh karena itu, kiranya guru perlu mengupayakan berbagai tindakan untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa. Berikut tahapan pembelajaran yang bisa dilakukan:
Padahal para orangtua memiliki harapan yang besar ketika menitipkan anaknya ke lembaga pendidikan, agar anaknya bisa memiliki kepercayaan diri yang baik sebagai modal untuk meraih prestasi. Oleh karena itu, kiranya guru perlu mengupayakan berbagai tindakan untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa. Berikut tahapan pembelajaran yang bisa dilakukan:
Pertama,
guru harus menjadi pribadi yang percaya diri, sehingga bisa menjadi teladan
bagi siswa. Guru yang percaya diri, energy positifnya akan tertular dengan
sendirinya kepada siswa. Oleh karena itu, guru pun harus terus mengasah
kemampuannya supaya rasa percaya dirinya terus terjaga.
Kedua,
menghadirkan pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan. Suasana
belajar yang nyaman dapat membuat siswa lebih bergairah dalam belajar, bahkan
kerja otak untuk berfikir pun menjadi maksimal, akibatnya apa yang dipelajari
mudah di fahami sehingga meningkatkan kepercayaan diri siswa.
Ketiga,
guru senantiasa mengapresiasi sekecil apapun hasil karya siswa. Dalam proses
pembelajaran, produk yang dihasilkan siswa tentunya beragam. Dalam hal ini guru
perlu bijak dalam mengapresiasinya supaya siswa tetap semangat dalam belajar
dan berkarya.
Keempat,
guru selalu menggunakan kata-kata positif untuk mengomentari tindakan atau
hasil belajar siswa. Seperti contoh ketika siswa menjawab salah, guru tidak lantas
memvonis salah, tapi guru tetap mengungkapkan dengan kata-kata yang positif,
misalnya “Hampir benar” kata-kata ini
akan tetap memotivasi siswa untuk berani berpendapat.
Kelima,
guru selalu membiasakan para siswa untuk tampil berbicara di depan kelas. Kegiatan ini
dilakukan supaya siswa tidak canggung ketika tampil di depan karena sudah
terbiasa dilatih dan rasa percaya diri siswa pun kian meningkat.
Keenam,
guru harus memberikan pemahaman kepada siswa tentang kapasitas otak semua
manusia sama. Itu artinya kita mampu berkompetisi dengan siapapun, dengan syarat
ada kemauan dan keberanian untuk belajar sungguh –sungguh, sehingga bisa tampil
dengan percaya diri.
Ketujuh,
guru senantiasa memotivasi siswa untuk mencoba ikut berbagai kompetisi sesuai
dengan bidang yang diminatinya. Hal ini bagus untuk melatih mental siswa sehingga tidak sulit
untuk beradaptasi ketika berinteraksi dengan dunia luar.
Itulah
beberapa upaya yang bisa dilakukan sebagai bentuk ikhtiar guru membangkitkan
rasa percaya diri pada siswa. Marilah kita semua para guru untuk berusaha
menjadi pribadi yang Inspiratif dan teladan terbaik bagi para siswa.
Wallahua’lam