Monday, September 2, 2019

BERHIJRAH MENJADI GURU KAFFAH


 Oleh: Lilik Latipah, S.Pd, M.PKim


 Berhijrah Menjadi Guru Kaffah - Kita sudah memasuki gerbang Tahun 1441 H. Kalau melihat sejarah tentang tahun baru Hijriyah, erat kaitannya dengan peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari kota mekah ke madinah. Hijrahnya rasullulah ini memberikan pembelajaran kepada kita akan pentingnya essensi “hijrah”. Walaupun memiliki perbedaan antara hijrahnya rasullulah dengan hijrah kita pada era modern sekarang ini, tapi secara maknawi memiliki kesamaan. 

Secara umum, hijrah memiliki makna perubahan dari satu situasi kepada situasi lain yang lebih baik. Dalam level individu, hijrah juga dapat bermakna perubahan dari satu perilaku menuju perilaku yang lebih baik.  Semua manusia, memiliki kesempatan untuk melakukan hijrah mengenai kualitas dirinya supaya menjadi lebih baik lagi, tidak terkecuali bagi seorang pendidik (Guru) sekalipun, bisa menjadikan momentum tahun baru hijriyah ini sebagai kesempatan untuk berlomba-lomba menjadi guru kaffah (seutuhnya) yang berkualitas.

Guru kaffah adalah guru yang totalitas mengabdikan diri untuk menjalankan profesinya dengan sungguh-sungguh. Segala potensi dioptimalkan untuk memberikan kontribusi pada profesinya tersebut. Ketika profesi guru sudah menjadi pilihannya, dia tak ragu lagi untuk selalu berusaha menjadi pendidik yang profesional dan berkualitas.
Menjadi guru kaffah yang profesional dan berkualitas, tidak semudah membalikan telapak tangan, semuanya membutuhkan perjuangan. Termasuk hijrahnya kualitas diri sang pendidik pun merupakan bagian upaya mewujudkan guru kaffah. Lantas bagaimana cara hijrahnya para pendidik (guru) supaya menjadi guru kaffah? Setidaknya untuk berhijrah menjadi guru kaffah, ada beberapa hal yang harus benahi:
Pertama, meluruskan niat. Niatan apa yang tertanam di dalam hati untuk menjadi guru selama ini? jika niatannya masih penuh intrik lainnya maka perlu diluruskan lagi. Niatkan untuk menjadi guru yang totalitas mengabdikan  diri untuk kemajuan pendidikan karena Allah SWT semata. Dengan niat yang kuat, maka ini akan menjadi modal penting untuk memegang komitmen tiap pendidik (guru).

Kedua, perlunya menjadi insan pembelajar sepanjang masa. Perkembangan zaman yang begitu pesat, terlebih di era digital saat ini, sudah seharusnya bagi seorang pendidik untuk senantiasa meningkatkan berbagai kompetensinya, mengingat tugas seorang pendidik tidak hanya mentrasfer pengetahuan saja, tetapi lebih dari itu. Seluruh peserta didik diharapkan akan mudah menerima ilmu yang diperolehnya, sehingga mendapatkan kebermanfaatan dari ilmu yang didapatnya itu. Hal ini menjadi tantangan bagi setiap pendidik untuk terus belajar berbagai hal guna menambah wawasan dan pengetahuannya. Jadi, jika selama ini masih enggan untuk belajar, maka momen tahun baru ini saat yang tepat untuk  berubah.

Ketiga, disiplin waktu yang tepat. Penting sekali bagi seorang guru kaffah untuk mendisiplinkan diri dalam mengatur waktu untuk setiap kegiatannya. Disiplin saat datang dan pulang sekolah tepat waktu, disiplin dalam mengatur pembagian tugas domestic dan tugas yang berkaitan dengan profesinya. Sehingga dengan manajemen waktu yang baik, bisa dipastikan segala tugas kewajibannya akan terlaksana dengan optimal.

Keempat, pelayanan prima bagi seluruh peserta didik. Seorang guru kaffah perlu berhijrah dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik, dari yang tadinya setengah hati menjadi sepenuh hati. Dalam mindset guru kaffah, semua peserta didik adalah bintang. Semua dilayani dengan penuh kasih tanpa kecuali. Akibatnya para peserta didik merasa nyaman dan senang belajar dengannya, diharapkan  potensi peserta didik yang berbeda-beda ini bisa berkembang maksimal.
Kelima, Visioner. Seorang guru kaffah perlu berjiwa visioner. Pikiran dan tindakannya jauh ke depan tertuju untuk kemajuan seluruh peserta didiknya. Biasanya guru yang berjiwa visioner senantiasa menggali hal-hal baru dalam meningkatkan kualitas dirinya sebagai sumbangsih untuk kemajuan profesinya.
 
Itulah beberapa hal di atas, upaya yang bisa dilakukan untuk berhijrah menjadi guru kaffah. Tentunya momentum tahun baru ini, bisa dijadikan bahan  refleksi diri, khususnya bagi para pendidik untuk memperbaiki hal-hal yang kurang baik selama ini, harus kita hijrahkan supaya menjadi lebih baik lagi. Wallahu’alam.
Comments

2 comments


EmoticonEmoticon